LUSIANA, SHINTA MAYA (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN PAYLATER DI KALANGAN MAHASISWA IKIP PGRI BOJONEGORO. Diploma thesis, IKIP PGRI BOJONEGORO.
|
Text
Shinta Maya Lusiana-1-20.pdf Download (300kB) |
Abstract
Lusiana, S,M. (2026). “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan PayLater di Kalanga Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial. IKIP PGRI Bojonegoro. Pembimbing I Dr. Taufiq Hidayat, S.Pd., M.Pd., Pembimbing II Nur Rohman, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Paylater, Perilaku Konsumtif, Fenomenologi, Gaya Hidup. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masifnya penetrasi teknologi finansial, khususnya fitur Buy Now Pay Later (BNPL) di kalangan mahasiswa. Sebagai generasi yang hidup di era digital, mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro berada di tengah transisi budaya yang sangat rentan terhadap tren gaya hidup instan. Kemudahan akses kredit digital ini memicu pergeseran perilaku konsumsi yang cenderung impulsif, di mana penggunaan utang sering kali melampaui rasionalitas ekonomi sekadar untuk memenuhi standar sosial dan eksistensi kelompok. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pola penggunaan fitur paylater pada mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro dan bagaimana mahasiswa memaknai perilaku konsumtif yang timbul akibat kemudahan akses utang digital tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tradisi fenomenologi. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi digital. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif mahasiswa secara dominan didorong oleh tekanan Fear of Missing Out (FOMO) dan tuntutan konformitas sosial di lingkungan kampus. Fitur paylater digunakan sebagai instrumen negosiasi identitas kelas sosial. Mahasiswa mengalami distorsi kognitif (mental accounting) dengan menganggap limit kredit sebagai uang tambahan, sehingga mereduksi kehati-hatian finansial. Desain antarmuka aplikasi yang manipulatif (perceived ease of use) juga memperburuk kontrol diri mahasiswa dalam berbelanja. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa adopsi paylater di kalangan mahasiswa menciptakan sebuah paradoks. Di satu sisi, layanan ini memberikan ilusi kebebasan berekspresi, namun di sisi lain menjebak mahasiswa dalam siklus utang gaya hidup (lifestyle debt) yang mengancam stabilitas finansial dan memicu stres akademik. Hal ini menuntut adanya intervensi berupa peningkatan literasi keuangan perilaku di lingkungan perguruan tinggi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory H Social Sciences > HF Commerce H Social Sciences > HG Finance |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences |
| Depositing User: | Ms Winarsih IKIP PGRI Bojonegoro |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 04:29 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 04:29 |
| URI: | http://repository.ikippgribojonegoro.ac.id/id/eprint/3250 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
