Khumairoh, Asrul Cici (2026) ANALISIS HERMENEUTIKA TERHADAP PANTANGAN JAWA DALAM BUDAYA MASYARAKAT BOJONEGORO. Diploma thesis, IKIP PGRI BOJONEGORO.
|
Text
ASRUL CICI KHUMAIROH 22110044-1-26.pdf Download (720kB) |
Abstract
Khumairoh, A. C. (2026). “Analisis Hermeneutika terhadap Patangan Jawa dalam Budaya Masyarakat Bojonegoro”. Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni. IKIP PGRI Bojonegoro. Pembimbing I Muhamad Sholehhudin, M.Pd., Pembimbing II Abdul Ghoni Asror, M.Pd. Kata Kunci: Hermeneutika, Pantangan Jawa, Masyarakat Bojonegoro Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk pantangan Jawa dalam budaya masyarakat Bojonegoro, mengungkap makna hermeneutika yang terkandung di balik pantangan Jawa, serta mendeskripsikan persepsi masyarakat Bojonegoro terhadap keberadaan dan relevansi pantangan Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di tiga kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, yaitu Kecamatan Gondang, Kecamatan Baureno, dan Kecamatan Kalitidu. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan informan yang memahami pantangan Jawa. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis hermeneutika Paul Ricoeur meliputi tiga tahapan yaitu tahap pemahaman naif, tahap penjelasan, dan tahap pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 65 bentuk pantangan Jawa dalam budaya masyarakat Bojonegoro yang dikelompokkan ke dalam lima kategori, yaitu 23 pantangan sehari-hari dan tata krama, 12 pantangan ibu hamil dan suami, 11 pantangan pernikahan, 9 pantangan rezeki, rumah, dan mitos umum, serta 10 pantangan etika sosial dan lingkungan. Berdasarkan analisis hermeneutika Paul Ricoeur, pantangan Jawa tidak hanya dimaknai sebagai larangan yang bersifat mistis, tetapi juga sebagai simbol budaya yang mengandung nilai pendidikan karakter, etika, tanggung jawab, penghormatan terhadap sesama, kepedulian terhadap lingkungan, dan kearifan lokal. Persepsi masyarakat Bojonegoro terhadap pantangan Jawa terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu masyarakat yang masih mempercayai pantangan sebagai warisan leluhur yang bersifat sakral, masyarakat yang memaknainya sebagai nasihat moral dan pedoman etika, serta masyarakat yang menganggapnya sebagai mitos atau tradisi lisan, tetapi tetap mematuhinya sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan budaya setempat. Dengan demikian, pantangan Jawa tetap memiliki fungsi sebagai media pendidikan moral, pengendali perilaku sosial, dan pelestarian identitas budaya yang relevan di tengah perkembangan masyarakat modern.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education |
| Depositing User: | Ms Winarsih IKIP PGRI Bojonegoro |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 08:43 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 08:43 |
| URI: | http://repository.ikippgribojonegoro.ac.id/id/eprint/3368 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
